Kamis, 05 Mei 2016

Suka & Duka Menaiki Bukit Telang


Hijaunya Bukit Telang

Tepat jam 09.00 Tim mulai melaukan pendakian ke bukit telang. rencananya pendakian dilakukan dengan santai. Iya santai.. bisa ambil tiduran dan maen hape... hehe... maksudnya bukan santai kaya gitu..  tapi maksud santai disini yaitu tidak secara cepat-cepat atau bahasa jermannya tidak gurung-gusuh. Setelah tim bertemu dengan paman musa yang menjadi penunggu bukit ini, tim siap melakukan pendakian. Ditemani cerahnya sinar matahari pagi ini memberi warna hijau terang di sekitar perbukitan. Jalanan yang masih basah sisa air hujan yang bercampur embun pagi  menyapa kami dengan senyuman. -Sakti kan ampe bisa liat senyuman di air embun-.. hehehe keliatan banget uda lama kagak piknik.. hehe..

Laskar memulai pendakian
 Jalanan yang cukup menanjak mulai dilalui kemudian turun lagi.. nanjak lagi dan turun lagi.. - ya elah yg kaya gitu mah kaga usah diceritain.. perbukitan emang naek-turun.. hehhe... mohon maaf penulis lagi bingung nulis nih... hehhee ya pokonya perjalanan kami ini dimulai dengan penuh semangat karena harinya cerah. 15 menit melakukan pendakian dari kejauhan sudah mulai terlihat bukit lintang dari kejauhan. Bukit ini sempat ramai bebrapa waktu lalu karena pernah diliput di salah satu  tv nasional lewat acara MTMA. awalnya kami juga hendak kesana tetapi tetap teguh dengan rencana awal kami ke bukit telang. melewati tanjakan yang ringan saya sempat berbincang dengan mang rusdi tentang paman wahyu, mungkin kalau beliau tetap memaksa akan kita bawa pake tandu.. hehe.. semoga saja beliau segera pulih agar bisa kembali berkabung... maksudnya bergabung pada aksi jarambah kita selanjutnya..
Bukit Kasturi Nampak Hijau asri
Mang Rusdi menyempatkan berfoto dengan bukit kasturi

Mang rusdi dengan background bukit lintang

Mang Sany Juga cekrek dulu ya..

20 menit perjalanan terasa melelahkan. Tim beristirahat dan menikmati pemandangan sekitar. dari sini terlihat bukit lintang dan juga bukit kasturi. kami menyempatkan berfoto sejenak dan melepas dahaga. Mang ujang domdom dan aja beserta para ladies.. berfoto disekitar pohon, karena meraka sudah mulai kepanasan karena terik matahari mulai membakar. domdom dan kiki menyatakan menyerah dan dtidak akan melanjutkan perjalanan. disini tim mulai terbagi 2. 

Icha & Ajat


Domdom dan kiki menunggu di sekitar pohon sementara tim lain siap melanjutkan perjalanan hingga ke puncak. Icha yang juga mulai tak tahan dengan terik matahari sempat mengeluhkan kondisi karena berpengaruh pada kosmetik yang ia gunakan.. hehhee,,, tapi ajdat memberikan jaminan bahwa semua aman terkendali. akhirnya mereka memutuskan untuk tetap ikut hingga ke puncak. cerita lain muncul dari mang ujang dan calon istrinya yang masih sibuk berfoto.. mereka tampak sangat kompak dan bersemangat melanjutkan perjalnanan.

Perjalanan Dilanjutkan
Mang Ujang yaang tetap bersemangat



Perjalanan dilanjutkan. Tim melewati lautan eurih yang mulai meninggi.. semakin jauh semakin dalam. bahkan adjat dan icha sempat hilang tak nampak saking tenggelamnya mereka dalam lautan eurih. Memang perjalanan yang oenuh dengan cerita. heheh.. Mang rusdi juga menuturkan hal serupa tetapi beliau sudah dilengkapi beberapa alat pelindung diri dari jebakan eurih yang cukup tinggi dan menenggelamkan itu. Mang Ujang dan calon istri? tak ada keluhan.. meraka memang ekstrimis pecinta piknik dan mungkin sudah terbiasa dengan hal begituan..

Icha Yang berteduh di Ilalang sampai tak dapat ditemukan

Tim sesekali beristirahat dan banyak meneguk air, hingga stok air kian menipis.. Tetapi perjalanan masih belum mencapai puncaknya. Beberapa orang ada yang bernaung di dalam lautan eurih hingga keberadaan nya tak terdeteksi radar. sehingga ada yang tertinggal. Semangat dan motivasi tinggi masih sangat diperlukan untuk dapat sampai ke atas. Jika kita menghitung, dari tadi waktu istirahat akan lebih banyak dari waktu berjalan. Sesekali kami juga menyapa dom dan memberikan kode ke sekitar pohon.. memastikan mereka baik - baik saja.


Tim Berfoto dulu sambil melepas lelah

Puncak mulai terlihat tetapi jalanan menanjak masih saja harus dilalui.. sesekali mang ujang memberikan suntukan motivasi dengan membuat beberapa carita lucu tentang mas bowo.. sesekali tim tertawa terbahak dan menambah energi untuk kembali berjalan. Perjalanan terasa berat karena terik matahari mulai membakar mengingat sampai pukul 10.10 kamu belum sampai puncak. Peemandangan dari atas sungguh luar biasa hamparan perbukitan dan perkebunan sawit yang luas ditambah hembusan angin yang ngagelebug memberikan asupan energi positif. Mang rusdi sempat berujar bahwa apa yang dikatakan orang tentang kalimantan yang masih hutan itu memang terlihat disini.. sejauh mata memandang tak ada bangunan tinggi menjulang atau terlihat.. semuanya adalah hamparan perbukitan , lautan eurih dan hutan sawit.

Pemandangan dari atas bukit, kalimantan memang masih hutan ya?

Tepat 10.30 kami tiba di puncak.. Namun sempat bingung kenapa dinamakan bukit telang... hehe... btw ya sudah lah... kaga penting.. yang penting uda sampe puncak... kami mengabadikan beberapa moment disana. Sungguh luar biasa view dari sini.. sangat memanjakan mata dan sulit dikonversi dalam kata - kata. Dari atas bukit terlihat bukit kasturi, bukit lintang dan hamparan perbukitan lainnya yang luas dan semakin menguatkan bahwa kalimantan itu ternyata masih hutan.. hehhe... oke... tak lama kami berada di puncak karena hari mulai semakin siang matahari semakin dekat dengan kami.. panas.. panas....

Hamparan Perbukitan nampak dari puncak

Mang Sany  berfoto di puncak

Mang Rusdi juga berfoto

Berfoto lagi walau kepanasan

Perjalanan menuruni bukit menanti kami.. ditengah terik matahari yang kian membakar.. kosmetik mungkin bisa luntur,, tapi semangat untuk kembali kagak boleh luntur.. Maksudnya kembali menuruni bukit bukan kembali ke pelukan mantan.. hehehe,.. rasanya perlu  beberapa botol air mineral lagi untuk dapat turun dengan cepat, tapi stok air sudah tidak tersedia.. hanya mesyisakan mineralnya saja.. itu pun dalam bentuk batuan.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar