Kamis, 10 Maret 2016

Bukit Batas Pesona keindahan "Raja Ampat" ala Kalimantan Selatan

   
Bukit Batas

    The Pakusut mulai frustasi karena apa yang diharapkannya tidak terealisasi. Mulailah mereka berfikir dan merenung seakan ambisi mereka hanya mengantarkan ke arah kegagalan. Mereka mulai sadar bahwa kesibukan aktifitas mereka bukan segalanya. perlu ada kejernihan pikiran untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Perlu adanya recharge terhadap kondisi emosianal mereka. Tim memutuskan untuk memberhentikan project dan melakukan rekreasi.

Perjalanan The Pakusut Ke Bukit Batas. (diambil dari jurnal anggota tim The Pakusut)

Jembatan Pulau Pinus

      Tim memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan monitoring sarang belut melalui katalis sinar gerhana matahari. Akhirnya project tersebut dinyatakan selesai dan tidak diteruskan kembali. Tim memutuskan untuk mengambil waktu tersebut untuk berpiknik dan menjelajah keindahan disekitar Waduk riam kanan. Dimaulai dengan melalui jembatan pulau pinus yang berjarak +/- 200m. jembatan ini menghubungkan 2 pulau ditengah waduk riam kanan. Namun sangat disayangkan efek gerhana matahari masih memberikan dampak yang kurang baik. Jembatan yang relatif tak begitu jauh ini ditempuh dalam waktu 30 menit. sebuah catatan waktu yang sangat buruk bagi tim dalam melewati jembatan yang tak terlalu jauh.

The Pakusut (Mang Sany, Mang Rusdi, PAman Wahyu dan  Mas Bowo) Melewati Jembatan Pulau Pinus 

     Setelah melewati jembatan kami tiba di sebuah desa yang bernama desa tiwingan baru sebagai pijakan awal untuk menuju bukit batas. Kaami melapor kepada RT atau sesepuh desa setempat untuk meminta izin dan membayar iuran masuk tempat wisata bukit batas. Disini kami diberitau untuk berhati2 dan melapor apabila ada keadaan darurat kepada nomor yang tercantum disitu. Driver Ojek juga bersiap apabila dibutuhkan, mereka siap mengantar anda sampai ke puncak secara ekspres dan eksklusif dengan kendaraan yang sudah dimodifikasi sesuai dengan medan jalan menuju puncak.

   
Mang Rusdi sedang mengisi daftar pengunjung
Pendakian Dimulai

     Kami memulai langkah untuk menaiki bukit. Langkah demi langkah mengantarkan kami semakin keatas dan suara kelotok mulai semakin samar terdengan. Artinya kami sudah mulai naik ke atas. Mas bowo masih terus melakukan pemotretan pada diri sendiri atau yang kita kenal dengan selfie. Mas bowo  merasa sangat senang karena project the pakusut resmi ditutup. Rasa suka citanya di ekspresikan dalam setiap jepretan selfienya. sudah sekitar 30 mrnit kami berjalan namun belum ada tanda2 yang signifikan kami telah sampai dimana. batu-batu besar berhamburan disekitar jalan. wami beristirahat di sekitar batu dan menghampiri sebuah warung yang dijaga oleh seorang laki paruh baya.

Naik dikit Jepret
Uyuh yang masih kawa selfie
Mang rusdi dan Paman wahyu merasakan keuyuhan yang luar biasa

     Pemilik warung tersebut mnawarkan minuman, namun kami rasa masih cukup. mungki nnanti saat kami pulang akan mampir sejenak ditempatnya. Perjalanan dilanjutkan. Sinyal HP mulai tak nampak , kami masuk lebih dalam dan lebih atas lagi hingga semua merasa lelah kembali dan harus beristirahat. tetesan keringat semakin deras mengalir tak terbendung membasahi tubuh ini. Langkah demi langkah terus mengantarkan kami semakin menuju ke puncak. Rasa letih kian menghantui dan terus memaksa untuk berhenti. Hingga pada akhirnya kami sampai di sebuah tempat yang menyuguhkan keindahan yang luar biasa. pemandangannya sangat mengobati letihnya perjalanan yang dilalui. akmi menyempatkan mengambil beberapa gambar untuk diabadikan. Walau belum sampai ke puncak rasa letih kami mulai berangsur pulih dan terbayarkan dengan visualisasi alam yang sangat memukau. petunjuk arah memberi kami informasi bahwa sekitar 500m lagi akan mencapai puncak bukit batas.

Pemandangan ke arah utara Bukit Batas
Puncak Bukit Batas
     Semakin melaju ke puncak, pemandangan semakin menggoda untuk dilihat. Mata ini seakan dimanjakan oleh visualisasi keindahan alam dari puncak bukit batas. Kami berhenti dan beristirahat. mengambil air minum yang tersisa hanya 2 botol. Saya kira 2 botol ini masih cukup untuk kami ber empat. Setelah berbincang beberapa saat, kami mengabadikan gambar di puncak bukit batas. Paman wahyu, mang rusdi dan saya (sany) merasa uyuh banar dan ripuh dengan pendakian yang cukup menguras energi ini. Lain halnya dengan Mas Bowo yang berselfie dengan latar pulau - pulai sekitar danau ini. Seperti sebuah tempat di papua sana yang bernama Raja ampat. banyak orang yang bilang bahwa pemandangan dari bukit batas ini memiliki grade Raja Ampat kw 1. hehehe.. Kalimantan Selatan memang menyimpan pesona keindahan alam yang tak kalah dengan provisnsi lainnya. Inilah Kalsel.. Inilah Banua..

The Pakusut di puncak Bukit Batas
The Pakusut di puncak Bukit Batas 2

     Finaly kami sampai dipuncak dan mendapatakn pemandangan yang fantastis super indah. Cerahnya hari ini memberikan perpaduan warna yang indah. birunya air danau yang merupakan refleksi dari langit ditambah hijaunya perbukitan menambah keindahan alam yang sangat memukau. jepretan demi jepretan foto terus mengalir. Rasanya panas yang begitu terik tak kami hiraukan untuk berfotoan di puncak bukit. Bukit batas memang memiliki pesona keindahan yang hampir mirip dengan raja ampatnya papua.. namun bedanya disini hanya sebah danau bukan lautan. Setelah puas dan merasa lelah berfotoan kami duduk disekitar puncak bukit dan membuka makanan dan minuman seadanya.

Mang sany , Mas Bowo dan Mang Rusdi (Paman Wahyu uyuh jer)

     Stok minuman kami sudah hampir habis hanya tersisa beberapa tetes saja. Mang rusdi dan paman wahyu sudah ngoprot kesang dan sudah kada kawa lagi berfotoan dan mengelilingi puncak. Saya dan Mas bowo masih ingin melihat sekitar puncak, kamu berdua melanjutkan ke arah timur untuk melihat apa yang ada disana. menyusuri jalan setapak yang penuh dengan ilalang dan eurih tak sampai 5 menit kami sampai di ujung bukit yang memberikanp pandangan ke arah timur. Disini juga tak kalah indah, panorama pegunungan nan hijau terhampar sejauh mata memandang. berbelok sedikit ke arah kiri kita dapat melihat danau riam kanan yang dikelilingi oleh perbukitan. sungguh luar biasa indahnya.. subhanalloh...

Bukit Batas View Ke timur
Bukit Batas view ke utara

Bukit Batas  view ke selatan

     Kami kembali ke titik kumpul bersama paman wahyu dan mang rusdi. beberapa saat dari itu kami mulai menuruni bukit. Energi yang terkuras ketika menaiki bukit seakan sudah ter recharge kembali. suasana menuruni bukit sedikit lebih santai. Dibarengi dengan gurauan dan candaan membahas perjalanan yang tak disangka ini. Sesekali kami menyapa para pendaki yang baru menaiki bukit. Dan memberikan dukungan bagi mereka untuk bersemangat hingga sampai ke puncak.

     Walau jalanan menurun, rasa lelah tak dapat dihindari karena kaki mulai terasa pegal menahan beban badan ini. kami beristirahat dibeberapa tempat hingga akhirnya teringat bahwa tadi ada sebuah warung yang berada disekitar tumpukan batu besar. Kami menuruni bukit hingga mencapat warung tersebut. Ternyata tidak begitu jauh, akhirnya kami menemukan warung tersebut. Kami segera menyerbu minuman dan beberapa makanan ringan karena perut sudah mulai keroncongan lagi. sambil menceritakan keseruan perjalanan hari ini. sebuah perjalanan yang menguras tenaga tetapi terbayar dengan momen yang begitu berharga.

Mas Bowo mengalami dehidrasi

Pesan Untuk kita semua yang berkunjung
Ojek Bukit Batas Siap Siaga
     Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Buanglah sampah pada tempatnya. Bagi rekan - rekan yang hendak mengunjungi beukit batas ini disediakan juga Ojek yang siap siaga mengantarkan anda baik dari atas hingga ke puncak maupun sebaliknya. Namun kami tidak mendapatkan info berapa tarifnya. jadi nanti anda nego saja ama paman ojek nya. Yang pasti tarifnya beda ama Tukang Ojek Pengkolan.

Berikut Dokumentasi singkat The Tanginas dari Bukit Batas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar